Kabinet wilopo

Kabinet wilopo merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan parlementer di indonesia. Kabinet wilopo di bentuk setalah kabinet sukiman di ambil mandatnya oleh DPR. Penyebab di ambil mandat kabinet Sukiman karena di anggap lebih condong kebarat dan bertentangan dengan politik nonblok indonesia.  Untuk melanjutkan jalannya roda pemerintahan maka DPR menbentuk kabinet baru yang di ketuai oleh Wilopo. Berikut urayan sinkatnya

 Proses Terbentuknya Kabinet Wilopo

kabinet mr wilopo    Setelah kabinet Sukiman di jatuhkan oleh parlemen tahun1952.  Kabinet Sukiman  sesuai aturannya harus mengembalikan mandatnya kepada presiden I.R sukarno. Setelah I.r Sukarno menerima mengunduran diri Sukiman dan kabinetnya. Maka presiden Menunjuk Sidik Djoyosukarto dari partai PNI (partai Nasional indonesia). Serta Prawoto Mangku sasmito dari partai Masyumi menjadi formatur pembentukan kabinet yang baru. Pemberian mandat Formatur ini di berikan oleh I.r Sukarno pada tanggal 1952.

Karena Sidik Djoyosukato dan Prawoto Mangku Sasmito gagal merumuskan formatur kabinet. Maka mereka mengembalikan mandat sebagai formatur kabinet kepada Ir Sukarno. Kegagalan mereka di sebabkan oleh gagalnya membentuk kabinet yang kuat dan di dukung mayoritas partai di parlemen serta tidak adanya kesepakatan tentang orang atau mentri yang akan didudukkan di kabinet.

 

Setelah Sidik Djoyodikusumo dan Prawoto mengembalikan mandatnya Pada tanggal 19 februari 1952.  Presiden I.r Sukarno kembali menbentuk formatur kabinet baru yaitu M.r Wilopo dari partai nasional indonesia (PNI). Setelah bekerja selam dua minggu Mr wilopo mengajukan kabinetnya pada tanggal 30 maret 1952. Kabinet yang di bentuk Mr Wilopo terdiri dari PNI dan masyumi empat orang Mentri, PSI duo orang, Partai Khatolik Republik Indonesia,PARKINDO,PERINDRA,Partai Buruh dan Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) mendapat jatah masing-masing satu kursi. Dan dari golongan profesional tiga Orang.

Setelah laporan formatur kabiner Mr Wilopo di terima oleh presiden. Presiden berdasarkan laporan tersebut menerbitkan surat  Keputusan Presiden Nomor 85 tahun 1952 pada tanggal 1 Maret 1952. Sejak kepres tersebut keluar maka kabinet Wilopo resmi di bentuk dan bekerja.

 

 

 Susunan Kabinet Wilopo

Dalam susunan kabinet Mr Wilopo terdiri dari depan belas orang mentri dan kepala badan. Kabinet ini di sebut juga dengan istilah Zaken Kabinet. Karena pos mentri di isi oleh banyak profesional di bidangnya. Berikut uraian nama kementrian dan badan serta pejabat mentri pada masa kabinet Mr Wilopo. :

  • Perdana Menteri   : Mr. Wilopo
  • Wakil PM   : Prawoto Mangkusasmito
  • Menteri Luar Negeri a.i.  : Mukarto
  • Menteri Dalam Negeri   : Mr. Moh. Roem
  • Menteri Pertahanan   : Sri Sulatan HB IX
  • Menteri Kehakiman   : Mr. Lukman Wiradinata
  • Menteri Penerangan   : A. Manonutu
  • Menteri Keuangan   : Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo
  • Menteri Petanian   : Moh. Sardajan
  • Menteri Perekonomian   : Mr. Sumanang
  • Menteri Perhubungan   : Ir. Juanda
  • Menteri PU dan Tenaga   : Ir. Suwarto
  • Menteri Perburuhan   : Ir. Tedjasukmana
  • Menetri Sosial   : Anwar Tjokroamino
  • Menteri PP & K   : Prof. Dr. Bahder Djohan
  • Menteri Agama   : KH Fakih Usman
  • Menteri Kesehatan   : Dr. J. Leimena
  • Menteri Urusan Pegawai   : Suroso

 

Program Kabinet Wilopo

Susunan program kerja yang di bentuk pada masa kabinet Mr Wilopo terdiri dari berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Antara lain:

Organisasi Negara

 

  1. a) Mempersiapkan pemilihan umum untuk pemilihan Umum konstituante, DPR, dan DPRD. Persiapan pemilu merupakan program prioritas dari kabinet ini.
  2. b) Menyelesaikan penyelenggaraan dan mengisi otonomi daerah.
  3. c) Menyederhanakan organisasi pemerintah pusat.

Kemakmuran

  1. a) Meninkatkan taraf hiduprakyat dan mempertinggi produksi nasional, terutama bahan makanan pokok rakyat seperti beras,gula,jagung dan lain-lain
  2. b) Melanjutkan usaha perubahan agrarian yaitu perubahan bidang pertanian,yang berkaitan dengan bibit dan pengolahan pertanian rakyat.

              Keamanan

Mengoptimalkan peran lembaga negara dan masyarakat untuk mengatasi masalah keamanan dengan kebijaksanaan sebagai negara hukum, menyempurnakan organisasi pemerintahan negara, dan keterlibatan masyaraka dalam menjamin keamanan dan ketentraman.

             Perburuhan

Memperlengkap peraturan dan undang-undang tentang  perburuhandalam upaya  meningkatkan derajat kaum buruh.

             Pendidikan dan Pengajaran

Mengupayakan pembaruan kurikulum dan perbaikan dalam sektor pididikan nasional.

            Luar Negeri

  1. a) Melaksanakan politik yang bebas dan aktif yang sesuai dengan amanat negara. Demi menjamin kepentingan nasional menuju perdamaian dunia.
  2. b) Menperbaiki hubungan Belanda atas dasar Unie-statuut menjadi hubungan berdasarkan perjanjian internasional biasadan setara serta menghilangkan hasil-hasil Konferensi Meja Bundar yang merugikan rakyat dan Negara indonesia.
  3. c) berupayan menperjuangkan Irian Barat ke dalam wilayah Indonesia secepatnya.

Kendala yang di hadapi kabinet wilopo

Dalam penyelengagarakan sebuah negara tentu banyak tantangan dan kendala yang di hadapi.  Demikian Juga halnya dengan indonesia. Terlebih pada saat pemerintahan kabinet Mr Wilopo. Karean indonesia masih merupakan Negara yang baru merdeka. Berikut kendala yang di hadapi kabinat wilopo dalam menjalankan pemerintahannya:

  1. Adanya krisis ekonomi yang disebabkan jatuhnya harga barang-barang eksport Indonesia, sementara kebutuhan impor terus meningkat Sehingga meguras devisa negara, hal ini menyebabkan menurunya nilai tukar mata uang indonesia.
  2. Defisit kas negara karena penerimaan negara yang berkurang penerimaan negara dari sektor pajak,
  3. Munculnya gerakan separatisme di berbagai daerah. Pemberontakan ini terjadai di sebabkan oleh berbagai motif salah satunya ingin memisahkan diri dari indonesia, mendirikan negara islam dan lain-lain
  4. Munculnya sentimen kedaerahan akibat ketidakpuasan terhadap pemerintahan pusat,
  5. Terjadi konflik dalam tubuh TNI Angkatan Darat yaitu Peristiwa 17 Oktober 1952.
  6. Munculnya peristiwa Tanjung Morawa

 

Jatuhnya Kabinet Wilopo

sengketa lahan di sumatra utara  Seperti kabinet-kabinet sebelumnya Kabinet Wilopo tidak dapat menyelesaikan tugasnya secara paripurna, hal ini di sebabkan oleh banyak faktor, seperti pemberontakan di daerah,senketa tanah di sumatra utara, dan lain-lain. Kemudia muncul sikap tidak percaya dari parlemen kepada kabinet wilopo. Salah satu penyebab utama kejatuhan kabinetnya karena kebijakannya dalam menyelesaikan senketa tanah di sumatra utara.  kebijakan itu ditentang oleh wakil-wakil partai oposisi di DPR. Kemudian menyebabkan kabinetnya jatuh pada 2 Juni 1953 dalam usia kurang dari dua tahun..

 

https://i0.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/04/kabinet-wilopo.jpg?fit=176%2C128https://i0.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/04/kabinet-wilopo.jpg?resize=150%2C128almuksiINDONESIAPASCA KEMERDEKAANI.R Sukarno,kabinet,Kabinet parlementer,Kabinet profesional,Kabinet wilopo,sejarah indonesia,zaken kabinetKabinet wilopo merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan parlementer di indonesia. Kabinet wilopo di bentuk setalah kabinet sukiman di ambil mandatnya oleh DPR. Penyebab di ambil mandat kabinet Sukiman karena di anggap lebih condong kebarat dan bertentangan dengan politik nonblok indonesia.  Untuk melanjutkan jalannya roda pemerintahan maka DPR menbentuk kabinet...situs sejarah terlengkap di indonesia