KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA

kedatangan bangsa barat ke indonesia
Gambar: jalur kedatangan bangsa barat ke indonesia

 KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA

  1. Latar Belakang
    1. Jaringan Perdagangan Eropa dan Timur Tengah

kedatangan angsa barat ke indonesia tidak terlepas dari situasi di eropa. Sebelum melakukan ekspansi ke daratan Asia, sekitar permulaan abad ke 15 Eropa. Bukanlah bangsa yang berkembang dalam bidang perdagangan seperti sekarang. Pusat perdagangan dunia berada di tangan dunia Islam, di bawah kekuasaan bangsa Turki Ustmani. Daerah perniagaan berada disekitar Laut Tengah dan Konstantinopel merupakan pintu dari terciptanya perdagangan antara orang-orng Asia dan bangsa Eropa. Namun, orang Eropa memiliki keunggulan dalam bidang teknologi tertentu, salah satunya adalah dalam bidang pelayaran (navigasi). Pengetahuan-pengetahuan itu banyak didapat dari bangsa Arab, yang seringkali disebarkan oleh para sarjana Yahudi.

  1. Perang Salib – Timur Tengah

Perang Salib terjadi dari tahun 1096-1291 dan berlangsung dalam 7 tahap. Perang Salib dilatarbelakangi oleh perebutan daerah suci dari 3 agama, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi terhadap daerah Baitul Maqdis (Jerussalem) Palestina sekarang. Dalam beberapa peperangan umat Islam berhasil mengalahkan tentara Kristen. Perang Salib yang bertahun-tahun tidak memberi kepuasan sedikitpun bagi kaum Kristen. Kekuasaan mereka akan tanah suci semakin berkurang.

Puncak kemenangan Islam dalam perang salib ini adalah dikuasainya kota Konstantinopel yang merupakan salah satu titik penting dalam perekonomian internasional jatuh ke tangan bangsa Turki Utsmani tahun 1453 yang kemudian melakukan blokade  terhadap kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh bangsa Eropa (beragama Kristen).

Dampak lebih jelas dari blokade ini adalah :

  • Munculnya ilmu pengetahuan dan tata cara kehidupan orang Asia dikalangan bangsa Eropa
  • Terputusnya hubungan dagang Eropa dengan dunia timur, sehingga Eropa kekurangan rempah-rempah
  • Munculnya pusat-pusat perdagangan di Eropa seperti di Geneva dan Venesia
  1. Motif Pelayaran Samudera antara Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris

Jatuhnya kota Konstantinopel (ibukota dari Imperium Romawi Timur) membuat Eropa mengalami kelangkan rempah-rempah yang sangat dibutuhkan ketika musim dingin membuat mereka berupaya mencari sumber rempah-rempah sendiri. Semangat itu kemudian dilegitimasi dengan diadakannya perjanjian Thordesillas antara Portugis dan Spanyol tahun 1494 yang membolehkan serbuan ke daerah di luar Eropa dengan garis batas yang telah ditentukan oleh Paus asalkan sanggup menyiarkan agama suci mereka. Pada dasarnya motif pelayaran samudera dari bangsa-bangsa Eropa, hampir sama yaitu :

  • Gold, mencari kekayaan
  • Glory, mencari kejayaan
  • Gospel, menyebarkan agama Nasrani

Adapun  pelayaran bangsa-bangsa Eropa tersebut adalah :

  1. Portugis

Adalah bangsa Eropa pertama yang melakukan pelayaran keluar Eropa. Semangat utama yang melatarbelakanginya adalah semangat Reconquiesta atau yang dalam sebagian buku disebut dengan semangat Conquiesta saja. Intinya adalah semangat kebangsaan untuk membersihkan tanah bangsa mereka dari bangsa Arab dan berkewajiban untuk membebaskan daerah Kristen lainnya yang masih dikuasai oleh umat Islam. Pelayaran pertama dilakukan oleh Bartolomeuz Diaz (1486) dan sampai ke ujung selatan Benua Afrika yang kemudian dinamakan dengan Tanjung Pengharapan.

Pelayaran selanjutnya diteruskan oleh Vasco da Gama (1498), melanjutkan pelayaran dari Tanjung Pengharapan dan sampai ke Calikut, India. Kemenangan baru tampak setelah pelayaran yang dipimpin oleh Alfonso d’albuquerque yang berhasil menguasai Malaka tahun 1511.

Sebagai bangsa yang telah maju dalam bidang teknologi terutama pelayaran, Portugis berhasil membentuk sebuah imperium laut, yaitu penguasaan atas jalur-jalur niaga yang melalui Laut Cina Selatan, Selat Malaka dan Samudera Hindia. Jalur perniagaan yang sebelumnya berakhir di laut Tengah dan Teluk Persia dibelokkan ke Tanjung Harapan dan harus berakhir di Lisabon.

Strategi Portugis dalam membentuk imperium lautnya adalah :

  • Angkatan laut yang siap menjelajahi samudera
  • Benteng-benteng pokok disepanjang pantai ; adapun benteng-benteng tersebut adalah : Mozambique – Sokotra – Aden – Ormuz – Diu – Goa (pusat) – Malaka – Maluku

Selanjutnya berkaitan dengan motif penyebaran agama Kristen Katolik, pemerintah Portugis memberikan izin dan menganjurkan kepada orang-orang Portugis di sepanjang garis pertahanan agar melakukan perkawinan dengan perempuan Asia tapi harus dikristenkan terlebih dahulu.

  1. Spanyol

Hampir sama dengan bangsa Portugis, sebagai penganut Katolik yang fanatic bangsa Spanyol juga dipengaruhi oleh semangat pembalasan terhadap umat Islam. Pelayaran pertama dipimpin oleh Christopher Columbus yang mengarungi Samudera atlantik dan menemukan Benua Amerika. Ekspedisi Spanyol kemudian dilanjutkan oleh Magellan – Canno yang berhasil sampai di Filipina dan kemudian melakukan pelayaran sampai ke Kalimantan, Maluku dan pulang ke Spanyol lewat Tanjung Harapan.

  1. Belanda

kedatangan bangsa Barat ke indonesia terutama disebabkan oleh adanya larangan mengambil rempah-rempah di Lisabon oleh pemerintah Portugis karena Belanda terlibat dalam perang 80 Tahun dan membuat Belanda harus mencari sendiri sumber renpah-rempah di dunia Timur. Dalam pelayarannya, bangsa Belanda banyak dibantu dengan adanya pedoman dari buku “Iti-nerario near Oost ofte Portugaels Indien” yang dikarang oleh Jan Huygen van Linschoten yang bekerja pada maskapai perniagaan Portugis.

Pelayaran pertama adalah 4 kapal Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan berhasil mendarat di Banten tahun 1596. Kemudian disusul oleh suatu ekspedisi yang dipimpin oleh Jacob van Neck (1598) dan mendapat sambutan yang baik dari kerajaan Banten. Satu hal berbeda dari pelayaran yang dilakukan oleh Portugis adalah Belanda mendirikan satu titik kekuasaan di Pulau Jawa.

  1. Inggris

Pelayaran bangsa Inggris masih berkaitan dengan kekacauan yang diakibatkan oleh perang Belanda-Spanyol dalam perdagangan dengan Asia Tenggara dan adanya gangguan Spanyool dan Portugis di Selat Giblartar. Pelayaran pertama yang direstui olehElizabeth 1 tahun 1591 dilaksanakan oleh Sir James Lanchester dan George Raymond yang berhasil mencapai Aceh dan Penang.

 

  1. Beda sifat perdagangan antara India, Cina, Arab dengan Bangsa Barat serta akibatnya

Perbedaan mendasar yang terdapat dalam sifat perdagangan oleh bangsa Asia (Timur Asing) dengan bangsa Eropa adalah dalam interaksi kebudayaan yang dilakukan dalam kegiatan perdagangan itu sendiri.

Hal ini dapat dilihat dari akibat yang ditimbulkan dari perdagangan tersebut, yaitu:

  • Bangsa India dan Arab, lebih banyak meninggalkan pengaruh dalam bidang kebudayaan sehingga Nusantara kemudian mengenal kebudayaan Hindu- Budha dan Islam
  • Bangsa Cina, pengaruh lebih terlihat dalam bidang politik, dapat terlihat dari banyaknya kerajaan tradisional Nusantara yang mengakui kebesaran Dinasti-dinasti Cina agar memperoleh pengakuan kedaulatan

Sedangkan dalam perdagangan bangsa Barat mereka memperkenalkan bentuk-bentuk perusahaan dagang seperti VOC (milik Belanda) dan EIC (Inggris).

https://i1.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/03/kedatangan-bangsa-barat-ke-indonesia.jpg?fit=306%2C165https://i1.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/03/kedatangan-bangsa-barat-ke-indonesia.jpg?resize=150%2C150almuksiINDONESIAKOLONIALISME & IMPREALISMEbangsa barat di indonesia,kedatangan bangsa barat ke indonesiaKEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA  KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA Latar Belakang Jaringan Perdagangan Eropa dan Timur Tengah kedatangan angsa barat ke indonesia tidak terlepas dari situasi di eropa. Sebelum melakukan ekspansi ke daratan Asia, sekitar permulaan abad ke 15 Eropa. Bukanlah bangsa yang...situs sejarah terlengkap di indonesia