KERAJAAN GOWA – TALLO

kerajaan gowa-tallo
Gambar: wilayah kekuasaan gowa-tallo

KERAJAAN GOWA – TALLO

Daerah ini memeluk agama islam berkat jasa seorang ulama minang kabau (sumatra barat). Yang bernama Datuk Ribandang dan Datuk Sulaiman. (datuk adalah gelar adat bagi pemangku adat di minang kabau). Kerajaan gowa-tallo  berkembang karena letaknya yang strategis bagi perdagangan Dan merupakan daerah penghasil rempah-rempah. Daerah ini merupakan daerah lalu lintas perdagangan dari malaka menuju maluku.Wilayah kerajaan Gowa-tallo meliputi kabupaten Gowa dan kota makasar sekarang.

Raja yang memerintah

Daerah Gowa terdiri dari  sembilan komunitas  masarakat yang menpunyai bendera masing-masing atau yang lebih di kenal dengan bate selapang (sembilan bendera). Kemudian  kesembilan bendera itu bergabung menjadi satu bendera yaitu Gowa. Sejak saat itu di mulailah penaklukan daerah di sekitar nya baik melalui damai dan paksa (perang). Raja pertama kerajaan gowa-tallo bernama tumanurung yang berkuasa Sekitar abad 13.

Selama 2 abad yaitu abad 14 dan 15 tidak banyak sumber sejarah yang menberitakan tentang kerajaan ini.  Namun pada abad ke 16 raja ke 9 kerajaan Gowa yang bernama Tumapa Siri  kollona melakukan perubahan besar di Kerajaan Gowa diantaranya:

Menyatukan daerah Gowa dan tallo  menjadi satu kerajaan

Mengatur aturan dan perundang undangan dalam pelaksanaan kerajaan termasuk aturan d   alam                                  berperang dll

Pengumpulan pajak dan bea masuk

Melakukan ekpansi  kedaerah sekitar makasar seperti bone dan siang

                Berkat jasa raja Tumapa siri daerah gowa dan talo dapat di satukan. Setelah menyatunya dua daerah ini maka nam kerajaan nya berubah menjadi Gowa-Tallo. Setelah Tumapa Siri  kollona  meninggal. Ia di gantikan oleh anaknya Daerng Bonto Karaeng Lakiyung Tuni Palangga Ulaweng  1546-1565 M dan merupakan raja ke 10 dari kerajaan gowa. Ia meneruskan ekpansi ke kerajaan kecil  seperti Wajo maros,panaikang,bulukumba,suppa,duri dan lainya. Selain itu dia juga melakukan perubahan besar Lainnya diantaranya:

  •   Pembuatan peluru dari logam,menperpendek gagang tonbak dll
  • Menbangun benteng dari bata yang di lengkapi meriam
  • Menetapkan ukuran resmi tentang  berat dan panjang (ukuran)

Dia merupakan seorang raja yang pintar,ahli strategi dan menyukai ilmu pengetahuan. Dan pada masa ia memerintah sudah ada perkampungan muslim di Gowa . Raja menberikan kelonggaran kepada masarakat muslim untuk beribadah bahkan memberikan izin pembangunan mesjid daerah magalekanna. Penerus raja tuni palngga yaitu tunijallo sudah memeluk agama isalm. dengan memeluk islamnya raja tunijallo maka penyebaran islam semakin luas di sulawesi.

Sultan Alaudin

Raja berikutnya kerajaan gowa-tallo  manga rangi daeng man rabia  ( 1593-1639) yang berlgelar sultan alauddin. Sultan alaudin menjadikan islam menjadi agama kerajaan. Hampir seluruh tanah sulawesi sudah memeluk agama islam pada masa pemerintahannya.Kecuali tanah toraja. Memasuki abad ke 17 di tandai dengan semakin banyak masuknya bangsa eropa  ke indonesia tidak terkecuali di sulawesi. Meskipun kerajaan Gowa-tallo berlandaskan islam namum menerima dan menjalin hubungan baik dengan portugis yang berdagang dan menbawa agama kristen. Hal ini di dorong oleh adanya ancaman monopoli perdagangan yang di lakukan oleh VOC.

 sultan hasanudin

sultan hasanudin
gambar: ilustrasi sultan hasanudin

setelah Sultan alauddin meninggal. Ia di gantikan oleh  sultan hasanudin dengan ucapanya yang terkenal “ tuhan menciptakan bumi agar semua manusia mengambil manfaat darinya” ini mengindikasikan ketidak senangan beliau terhadap monopoli perdagangan yang di lakukan oleh VOC.

Untuk menghadapi sultan hasanudin belanda tidak langsung berkonfrontasi tetapi melalui cara devide it impera (pecah belah lau kuasai). Untuk memuluskan tujuannya menaklukan Kerajaan gowa-tallo. Voc  mendekati buton yang merupakan bagian dari kerajaan Gowa-tallo .Maka terjadilah konfrontasi antara Gowa dan voc ( dengan bantuan buton). Daeran  yang pertama yang behasil di kuasai oleh Voc yaitu bantaeng yang merupakan lumbung padi. Kemudian terus merangsek maju menuju pusat pemerintahan kerajaan gowa-tallo.

Untuk menghindari jatuh banyaknya korban. Sultan hasanudin mau berunding dengan voc. Hasil dari perundingan tersebut yaitu  Perjanjian Bongaya pada tahun 1667 M. Dimana perjanjian tersebut sangat merugikan kerajaan gowa-tallo, salah satu poin dalam perjanjian tersebut, Voc berhak atas monopoli perdagangan di gowa.Karena perjanjian tersebut banyak merugikan  masarakat kerajaan gowa-tallo. Maka perang berkobar lagi pada 1668 M.Dalam peperangan ini benteng somba ompu berhasil di kuasai oleh VOC kemudian sultan terpaksa menperbaharui perjanjian bongaya.

Sultan hasanudin meninggal pada  1669 M dan di gantikan sultan Amir Hamzah namun tak lama berselang sultan Amir Hamzah meninggal  1674 M dan digantikan saudaranya sultan ali. Setelah meningallnya sultan ali Sinar kerjaan gowa-tallo mulai memudar.

        demikianlah deskripsi singkat saya tentang kerajaan gowa-tallo
        baca juga tentang kerajaan ternate selengakpnya>>>>

 

Catt: sultan hasanudin sangat di hormati karena kegigihan beliau melawan belanda, juga ada beberapa tokoh gowa lain yang terkenal yaitu karaeng karungrung pahlawan dalam perang bulukumba. Karaeng karungrung dan karaeng galesung menydarinya pentingnya persatuan makanya mereka pergi kebanten yang waktu itu juga sedang perang menghadapi belanda dengan 70 kapal. Namu di perjalanan di cegat di lau jawa sehingga karaeng karunggrung gugur dalam pertempuran. Sedang karaeng galesung berhasil melarikan diri ke banten dan menbantu trunojoyo melawan belanda.

kerajaan gowa-tallo

baca juga selengkap >>>>

  1. kerajaan aceh
  2. kerajaan samudra pasai
  3. kerajaan perlak
  4. kerajaan demak
  5. kerajaan ternate

 

https://i0.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/03/images-10.jpg?fit=199%2C254https://i0.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/03/images-10.jpg?resize=150%2C150almuksiISLAMKERAJAAN ISLAMkerajaan gowa tallo,kesultanan gowa tallo,perjanjiang bongaya,raja tunijallo,sultan amir hamzah,sultan hasanudin KERAJAAN GOWA – TALLO KERAJAAN GOWA – TALLO Daerah ini memeluk agama islam berkat jasa seorang ulama minang kabau (sumatra barat). Yang bernama Datuk Ribandang dan Datuk Sulaiman. (datuk adalah gelar adat bagi pemangku adat di minang kabau). Kerajaan gowa-tallo  berkembang karena letaknya yang strategis bagi perdagangan Dan merupakan daerah penghasil...situs sejarah terlengkap di indonesia