nasionalisme cina

           nasionalime cina

Muncul nasionalisme cina bukanlah sebuah peritiwa yang begitu saja terjadi tetapi ada banyak peristiwa yang mengikutinya,mulai melemahnya dinasti manchu merupakan titik awal dari keruntuhan kekaisaran cina dan mulainya muncul nasionalisme china perhatikan rentetan peristiwa berikut:

1.Perang Candu (1839–1842).

perang candu  Berawal dari aktivitas Inggris yang memasukkan candu secara besar-besaran ke Cina tanpa membayar bea cukai menyebabkan Cina (Lin Tse Hsu) membuang 20.000 peti candu seharga 9 juta dollar ke laut. Hal ini menimbulkan ketegangan antara Cina dan Inggris sehingga meletuslah Perang Candu. Perang berakhir dengan kemenangan Inggris dan diakhiri dengan Perjanjian Nanking, 29 Agustus1842. Perjanjian Nanking isinya,

antara lain sebagai berikut:
o Cina menyerahkan Hongkong kepada Inggris.
o Cina mengganti kerugian perang sebesar 6 juta dollar.
o Lima kota pelabuhan (Canton, Amoy, Foochow, Ningpo, dan Shanghai) dibuka untuk perdagangan asing.
Kekalahan Cina dalam Perang Candu ini mengakibatkan martabat bangsa Cina menurun dan suramnya Dinasti Manchu di dunia internasional.

2.Pemberontakan T’ai Ping.

pemberotakan tai ping Pemberontakan ini dilakukan oleh rakyat Cina yang bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan Dinasti Manchu. Adapun sebab-sebab tim- bulnya pemberontakan T’ai Ping, antara lain sebagai berikut.
o Lenyapnya kepercayaan rakyat Cina terhadap Dinasti Manchuakibat
o kekalahannya dalam Perang Candu.
o Rakyat yang sudah menderita masih dibebani pajak yang tinggi untuk ganti kerugian perang.
o Timbulnya semangat nasionalisme.

3. Berkembangnya agama Kristen

Pemberontakan meletus pada tahun 1851 di Kwangsi di bawah pimpinan Hung Hsiu Chuan. Dengan paham Kristennya, Hung ingin membebaskan rakyat Cina dari kekuasaan Dinasti Mancu yang korup dan bobrok. Di Nanking, Hung Hsiu Chuan berhasil mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar T’ien Wang (Kaisar Langit) dan kerajaannya dinamakan T’ai Ping Tien Kuo (Kerajaan Surga yang Abadi). Namun, pemberontakan ini akhirnya berhasil dipadamkan oleh Dinasti Manchu pada tahun 1864.

4. Perang Cina Jepang I (1894–1895)

perang cina melawan jepangLama sebelum perang berlangsung, Korea adalah negeri jajahan Cina. Namun, mulai 1894 Jepang menaruh perhatian yang sangat besar kepada Korea sehingga berusaha merebutnya dengan melawan Cina. Perang berakhir dengan kemenangan Jepang dan diakhiri dengan
o Perjanjian Shimonoseki, 17 April 1895. Perjanjian Shimonseki isinya, antara lain sebagai berikut.
o Cina mengakui kemerdekaan Korea.
o Cina harus menyerahkan Kepulauan Pescadores dan Taiwan kepada Jepang.
o Cina harus membayar ganti kerugian besar sebesar 200 juta tael.

5. Pemberontakan Boxers

Gerakan Boxers semula anti terhadap Dinasti Manchu, namun oleh Kaisar Janda Tua, yakni Ibu Tzu Hsi, kemudian dibujuk supaya anti terhadap Barat. Boxes mengepung perwakilan Barat yang ada di Pe- king. Karena merasa terancam, negara-negara Barat yang mempunyai perwakilan di Peking kemudian membentuk pasukan internasional. Berkat pasukan internasional gerakan Boxers berhasil dipadamkan dan diakhiri dengan Protokol Peking 1901.

6. Ajaran Dr. Sun Yat Sen

sun yat senKekalahan demi kekalahan diderita oleh Cina akibat pemerintahan Manchu yang makin lemah. Hal ini menyadarkan rakyat Cina, terutama kaum muda untuk bangkit menyelamatkan bangsa dan negaranya. Dari kelompok inilah, kemudian tampil salah seorang tokoh nasional Sun Yat Sen dengan ajarannya San Min Chu I (Tiga Asas Kerakyatan), yakni mint’sen (kebangsaan atau nasionalisme),min tsu (kerakyatan atau demokrasi) dan min sheng (kesejahteraanatau sosialime).

Di samping itu, akan mengangkat harkat dan martabat bangsa Cina sejajar dengan negara-negara Barat. Ia berhasil mengadakan pendekatan kepada rakyat dan menghimpun kekuatan rakyat di Cina Selatan untuk menggulingkan Manchu.Pada tanggal 10 Oktober 1911 meletuslah revolusi di Wuchang (Wuchang Day) di bawah pimpinan Li Yuan Hung dan berhasil menggulingkan kekuasaan Manchu. Itulah sebabnya, tanggal 10 Oktober 1911 kemudian dijadikan hari Kemerdekaan Cina. Dengan Revolusi Cina 1911, berarti runtuhlah kekuasaan Manchu. Selanjutnya, pada tanggal 1 Januari 1912 Sun Yat Sen dipilih sebagai Presiden Cina yang baru. Saat itu, wilayah Cina baru meliputi wilayah Cina Selatan dengan Nanking sebagai ibu kotanya.

cina utara dan selatan

sementara itu, Cina Utara diperintah oleh Kaisar Hsuan Tsung (yang masih kanak kanak) dengan didampingi oleh Yuan Shih Kai menyerahkan kekuasaan kepada rakyat Cina (12 Februari 1912). Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan Manchu di Cina. Wilayah Cina Selatan dan Cina Utara berhasil dipersatukan.

Yuan Shih Kai yang turut menandatangani penyerahan kekuasaan dan diberi kekuasaan untuk mengaturnya. Ia pun berambisi besar untuk menjadi presiden. Demi tetap tegaknya Republik Cina dan untuk terhindar dari perang saudara maka Sun Yat Sen mengundurkan diri dari jabatan presiden (15 Februari 1912) dan menye- rahkannya kepada Yuan Shih Kai.Sun Yat Sen mengundurkan diri ke Canton pada bulan Agustus 1912 dan mendirikan Partai Kuo Min Tang (nasional) dengan asas San Min Chu.

Pada perkembangannya, setelah Yuan Shih Kai menjadi presiden, ia bertindak diktator seperti kaisar. Pada tahun 1916, Yuan Shih Kai meninggal sehingga memberi kesempatan Sun Yat Sen kembali memimpin Cina Selatan. Di Cina Utara kemudian berdiri Partai Kung Chang Tang (komunis) di bawah pimpinan Li Li-san sebagai tandingan Partai Kuo Min Tang. Sun yat Sen bercita-cita untuk menyatukan seluruh Cina, namun sayang cita- citanya belum terwujud telah meninggal dunia ( 1925) dan digantikan oleh Chiang Kai Shek.

Pada tahun 1928 setelah konflik berkepanjangan antara panglima-panglima perang yang terjadi antara 1916-1928, sebagian besar Tiongkok dipersatukan di bawah Kuomintang (KMT) oleh Chiang Kai-shek. Sementara itu, Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berhaluan komunis mulai juga menancapkan pengaruhnya dan menjadi pesaing utama Kuomintang yang menimbulkan Perang Saudara Tiongkok.

bersatunya partai komunis dan nasionalisme china

revolusi cinaKedua partai Tiongkok ini secara nominal sempat bersatu dalam menghadapi pendudukan Jepang yang dimulai tahun 1937, yaitu selama Perang Tiongkok-Jepang (1937-1945) yang merupakan bagian Perang Dunia II. Mengikuti kekalahan Jepang tahun 1945, permusuhan KMT dan PKT berlanjut kembali setelah usaha-usaha rekonsiliasi dan negosiasi gagal mencapai kesepakatan.
Di akhir Perang Dunia II tahun 1945 sebagai bagian dari penyerahan kekuasaan Jepang, pasukan Jepang di Taiwan menyerah kepada pasukan Republik Tiongkok di bawah Chiang Kai-shek yang memegang kendali atas Taiwan Konflik antara partai-partai Tiongkok yang dimulai sejak 1927 berakhir secara tak resmi dengan pengunduran diri Kuomintang ke Taiwan pada tahun 1949 dan menjadikan Partai Komunis Tiongkok sebagai penguasa tunggal di Tiongkok Daratan.
Sampai sekarang, pemerintah yang memerintah Taiwan masih menggunakan nama resmi “Republik Tiongkok” walaupun secara umum dikenal dengan nama “Taiwan Demikianlah ulasn singkat tentang munculnya nasionalisme di cina baca juga sejarah berdirinya negara jepang

nasionalisme cina

almuksiDUNIAcina,komunis cina,munculnya nasionalisme cina,nasionalime cina,pemberontakan ta'ping,perang candu,perang jepang cina,sun yat sen             nasionalime cina Muncul nasionalisme cina bukanlah sebuah peritiwa yang begitu saja terjadi tetapi ada banyak peristiwa yang mengikutinya,mulai melemahnya dinasti manchu merupakan titik awal dari keruntuhan kekaisaran cina dan mulainya muncul nasionalisme china perhatikan rentetan peristiwa berikut: 1.Perang Candu (1839–1842).  Berawal dari aktivitas Inggris yang memasukkan...situs sejarah terlengkap di indonesia