PAHAM LIBERALISME,SOSIALISME DAN DEMOKRASI

PAHAM LIBERALISME,SOSIALISME DAN DEMOKRASI

Paham Liberalisme,sosialisme, dan demokrasi merupakan tiga paham dan ideologi mayoritas masyarakat dunia saat ini. Begitu juga halnya dengan negara indonesia. Di Indonesia ketiga paham tersebut pernah menjadi bagian kehidupan berbangsa dan bernegara. semenjak indonesia Merdeka ketiga paham itu tumbuh sumbur di indonesia. Namun Komunisme di cap sebagai paham dan ideologi terlarang di indonesia. Ini bukan tampa sebab, kegagalan kudeta PKI 30 September 1965 menjadi kunci penentu di larangnya paham tersebut. Baiklah  di bawah ini saya akan menguraikan ketiga paham tersebut.

1. Liberalisme

a. Pengertian liberalisme

liberalisme  Kita sering mendengar kata liberalisme baik di media cetak,media sosial dan media elektoronik lainnya. Liberalisme merupakan suatu paham yang lahir dari revolusi di negara eropa dan amerika kemudian berkembang dan tersebar keseluruh dunia. Paham  ini lahir dari ketidak puasan masarakat terahadap paham perbudakan yang terjadi pada waktu itu.
Liberalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu dalam segala bidang. Menurut paham ini titik pusat dalam hidup ini adalah individu. Karena ada individu maka masyarakat dapat tersusun dan karena individu pula negara dapat terbentuk. Oleh karena itu, masyarakat atau negara harus selalu menghormati dan melindungi kebebasan- kemerdekaan individu. Setiap individu harus memiliki kebebasan- kemerdekaan, seperti dalam bidang politik, ekonomi, dan agama.

b. Lahirnya Liberalisme

Lahirnya liberalisme untuk pertama kalinya dikobarkan oleh kaum Borjuis Prancis pada abad ke-18 sebagai reaksi protes terhadap kepincangan sosial yang telah berakar lama di Prancis. Sebagai akibat warisan sejarah masa lampau, di Prancis terdapat pemisahan dan perbedaan yang tajam sekali antara golongan I dan II yang memiliki berbagai hak tanpa kewajiban dan golongan III yang tanpa hak dan penuh dengan kewajiban.

Golongan Borjuis mengajak seluruh rakyat untuk menentang kekuasaan raja yang bertindak sewenang wenang. Kaaum bangsawan dengan berbagai hak istimewanya guna mendapatkan kebebasan berpolitik, berusaha, dan beragama. Gerakan ini diilhami oleh pendapat Voltaire, Montesquieu, dan J.J. Rousseau. Gerakan liberalisme akhirnya meningkat menjadi gerakan politik dengan meletusnya Revolusi Prancis. Selanjutnya, lewat kekuasaan Napoleon Bonaparte, paham liberal ini disebarluaskan ke negara-negara Eropa melalui semboyan liberte, egalite, dan fraternite

Semenjak keberhasilan mereka berhasil menumbangkan kekuasaan monarki di prancis,paham ini mengilhami negara-negara di sekitar prancis seperti jerman,inggris dan lain-lain dan berkembang terus keseluruh dunia sampai sekarang. Adapu bagian dalam paham liberalisme meliputi hal-hal sebagai berikut:

a. Dalam Bidang Politik

Terbentuknya suatu negara merupakan kehendak dari individu-individu. Maka yang berhak mengatur menentukan segala-galanya adalah individu-individu itu. Dengan kata lain kekuasaan tertinggi (kedaulatan) dalam suatu negara berada di tangan rakyat (demokrasi). Agar supaya kebebasan atau kemerdekaan individu tetap di hormati dan dijamin, maka harus disusun dibentuk Undang-Undang, Hukum, Parlemen dan lain-lain. Demokrasi yang dikehendaki oleh golongan liberal tadi kemudian dikenal sebagai Demokrasi Liberal. Dalam alam demokrasi liberal itu golongan yang kuat akan selalu memperoleh kemenangan, sedang golongan yang lemah akan selalu kalah. Meskipun demikian demokrasi itu hingga sekarang dapat berjalan dengan baik di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat.

b. Dalam Bidang Politik

Liberalisme menghendaki adanya sistim ekonomi besar. Tiap-tiap individu, tiap orang, harus memiliki kebebasan kemerdekaan dalam berusaha, memilih mata pencaharian yang disukai, mengumpulkan harta benda dan lain-lain. Pemerintah jangan mencampuri masalah perekonomian, karena masalah itu adalah masalahnya individu.

Semboyan Kaum Liberal yang terkenal berbunyi adalah “Laisser faire, laisser passer, ie monde va de lui meme” Artinya Produksi bebas, perdagangan bebas, dunia akan berjalan sendiri. Dalam alam ekonomi liberal akan terjadi persaingan hebat antara individu satu dengan individu lainnya. Pengusaha-pengusaha dengan modal besar akan mudah menelan pengusaha-pengusaha kecil. Akibatnya timbullah perusahaan-perusahaan raksasa yang dapat menguasai perekonomian negara dan politik negara. Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin makin lama makin bertambah lebar dan dalam.

c. Dalam Bidang Agama

Liberalisme menganggap masalah agama sebagai masalah indiviu, masalah pribadi. Tiap-tiap individu harus memiliki kebebasan kemerdekaan beragama. Oleh sebab itu Liberalisme menolak campur tangan negara (Pemerintah) dalam bidang agama. Kebebasan kemerdekaan beragama menurut pendapat liberalisme dapat diartikan :

• Bebas merdeka memilih agama yang disukai
• Bebas merdeka menjalankan ibadah menurut agama yang dianutnya.
• Bebas merdeka untuk tidak memilih menganut masalah satu agama.

Banyak negara yang menganut paham liberalisme di dunia seperti amerika,prancis dan sebagainya.

2. Sosialisme

sosialis Paham sosialisme merupakan sebuah paham yang lahir dari kekuasasaan yang menindah dan ketidak adilan yang terjadi di masyarakat. Hal ini tercermin dari sumber ekonomi yang di kuasai segelintir orang atau individu pemilik moda dan kekuasan , hal ini menyebabkan ketida senangan dari mayoritas masarakat yang hidup pas passan.sedangkan di sisi lain ada orang yang menguasai aset yang sangat banyak.baiklah kita masuk kepada pengertian sosialisme

• Pengertian sosialisme

Sosialisme adalah suatu paham yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama dan hasilnya dinikmati bersama-sama. Dengan kata lain, sosialisme adalah paham yang menghendaki kemakmuran bersama.

• Lahirnya Sosialisme

Sekalipun gerakan-gerakan yang dinamakan sosialisme (gerakan memprotes terhadap kepincangan yang ada dalam masyarakat) telah lama muncul, tetapi istilah sosialisme baru pertama kali dipakai pada tahun 1827 dalam majalah perkoperasian oleh Robert Owen.
Sosialisme sebagai suatu gerakan politik yang efektif dan terorganisir baru muncul di Eropa pada abad ke-19 sebagai ekses-ekses dari Revolusi Industri. Adanya penemuan baru di bidang teknologi telah membuka cakrawala baru di bidang industri dan perdagangan. Selanjutnya, muncullah golongan pe- ngusaha atau pemilik modal yang hidup makmur. Sebaliknya, golongan buruh dengan upah yang rendah hidup melarat dan menderita. Keadaan inilah yang kemudian menimbulkan kritik yang tajam terhadap sistem eko- nomi kapitalis yang berdasarkan paham liberal. Kritik tersebut dilontarkan oleh golongan yang menganut paham sosialis.

• Macam macam Sosialisme
Sosialisme Otopis

Tokoh-tokoh, seperti Saint Simon, Charles Fourier, dan Robert Owen tergugah oleh kesengsaraan rakyat akibat Revolusi Industri. Mereka ingin menciptakan masyarakat baru atas dasar suatu ide, cita- cita yaitu masyarakat yang lebih baik dan lebih adil. Mereka ingin memperbaiki nasib kaum buruh agar dapat hidup dengan layak.
Cara yang mereka tempuh, antara lain mengatur dan mengendalikan kekuatan ekonomi untuk diserahkan kepada ahli-ahli industri dan kaum tekhnokrat, mengurangi jam kerja, serta mendirikan dan menyeleng- garakan pendidikan tanpa memungut biaya. Ternyata, hal ini hanya berjalan 2–3 tahun. Mereka tidak menyadari bahwa tanpa konsepsi yang jelas dan upaya yang gigih, cita-cita akan tinggal cita-cita. Ide mereka gagal, itulah sebabnya mereka mendapat julukan sosialis otopis.

• Sosialisme Ilmiah

Tokoh sosialis ilmiah ialah Karl Marx yang juga terkesan oleh kesengsaraan rakyat akibat Revolusi Industri. Pahamnya didasarkan pada ilmu pengetahuan, yakni teori histories materialistis. Berdasarkan teori ini materilah yang memengaruhi segalanya, materilah yang menjadi ukurannya. Untuk mencapai suatu hidup yang layak bagi kaum buruh (golongan proletar) maka perlu perjuangan sehingga muncullah konsep perjuangan kelas.
Ajaran Karl Marx yang kemudian dikenal dengan nama Marxisme atau Komunisme yang diterapkan oleh Lenin di Rusia sehingga mun- cullah Marixme–Leninisme. Sistem ekonomi sosialis bertentangan de- ngan sistem ekonomi kapitalisme dan berusaha untuk menghan- curkannya di seluruh dunia.

• Perkembangan Sosialisme

Paham sosialis kemudian diterapkan oleh banyak negara di dunia, terutama di negara-negara yang kemudian dikenal dengan blok Barat dan blok Timur. Sosialisme di blok Barat dikenal dengan nama sosialisme barat atau sosialisme demokrat, sedangkan sosialisme di blok Timur dikenal dengan nama aosialisme yang merupakan tahap awal dari komunisme, suatu tahap yang pada masa mendatang/kemudian akan menjadi komunisme penuh (full communism). Komunisme inilah yang bertumpu pada ajaran Marxisme– Leninisme.

3. Demokrasi

a) Pengertian Demokrasi

demokrasi         Demokrasi berasal dari dua kata Yunani, yakni demos dan kratien. Demos berarti rakyat, sedangkan kratien berarti pemerintahan. Dengan demikian, demokrasi berarti pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat.

b) Lahirnya Pemerintahan Demokrasi

Penganjur pemerintahan demokrasi ialah Jean Jacques Rousseau. Dalam bukunya Du Contract Social dinyatakan bahwa menurut kodratnya manusia lahir dalam keadaan merdeka. Dalam masyarakat yang teratur masing-masing orang mengikatkan diri dalam suatu berjanjian bersama (Du Contract Social) untuk membentuk suatu pemerintahan. Kekuasaan pemerintahan diperoleh dari persetujuan rakyat yang diperintah, untuk menyejahterakan rakyat. Apabila pemerintahan yang dibentuk justru menga- kibatkan kesengsaran rakyat maka hak rakyatlah untuk mengubah atau menghapuskan dan membentuk pemerintahan baru yang lebih baik demi kesejahteraan rakyat.
Suatu negara yang dianggap sebagai eksperimen demokrasi modern ialah Amerika Serikat. Dalam Declaration of Independce dinyatakan bahwa semua manusia diciptakan sama dan oleh Tuhan telah dikaruniakan beberapa hak asasi di antaranya life, liberty, and the persuit of happiness (hidup, kemerdekaan dan mencapai kebahagiaan). Untuk menjamin hak-hak tersebut, dibentuklah pemerintahan yang kekuasaannya dari rakyat. Itulah yang kemudian dikenal dengan pemerintahan demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Dari Amerika Serikat, paham demokrasi kemudian menyebar ke seluruh Eropa, dan selanjutnya masuk ke daerah-daerah jajahan Asia dan Afrika.

Hal inilah yang menyebabkan timbulnya gerakan nasional menentang penjajahan asing untuk mencapai kemerdekaan. Dewasa ini sebagian besar negara-negara di dunia mempunyai bentuk pemerintahan yang demokratis.ciri utama dari negara demokrasi adalah adanya tiga komponen negara yaitu eksekutif (pemerintah),Yudikatif (penegak hukum) dan legislatif (parlemen) dimana ketiga komponen tersebut sejajar.perkembangan ketiga paham tersebut sangat berpengaruh terhadap pergerakan nasional indonesia
Demikianlah tulisan singkat saya tentang pengertian liberalisme,sosialisme dan demokrasi.kesemua paham tersebut menpunyai nilai positif dan negatif tergantung sudut pandang melihatnya..thanks a lot..

PAHAM LIBERALISME,SOSIALISME DAN DEMOKRASi

https://i0.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/02/images-4.jpg?fit=302%2C167https://i0.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/02/images-4.jpg?resize=150%2C150almuksiDUNIAUMUMdemokrasi,komunisme,liberalisme,paham demokrasi,paham liberalisme,paham sosialisme,sosialisme PAHAM LIBERALISME,SOSIALISME DAN DEMOKRASI Paham Liberalisme,sosialisme, dan demokrasi merupakan tiga paham dan ideologi mayoritas masyarakat dunia saat ini. Begitu juga halnya dengan negara indonesia. Di Indonesia ketiga paham tersebut pernah menjadi bagian kehidupan berbangsa dan bernegara. semenjak indonesia Merdeka ketiga paham itu tumbuh sumbur di indonesia. Namun Komunisme di cap...situs sejarah terlengkap di indonesia