Sejarah perang Aceh

sejarah perang aceh

sejarah perang aceh merupakan cerita tentang kisah kepahlawan yang amat besar. Aceh merupakan salah satu daerah awal memeluk islam di indonesia. Islam sudah masuk ke aceh sekitar abad ke 7 masehi.Hal ini menjadikan aceh sebagai pusat kebudayaan islam di masa lalu. Hal ini juga kita lihat dari julukan aceh sebagai serambi mekah,Nama serambi mekah sendiri di ambil dari orang- orang yang akah melaksanakan haji ke tanah suci mekah . Orang tersebut akan tinggal di aceh dalam beberapa bulan sebelum berangkat ke mekah mengunakan kapal laut pada masa lalu. Jadi aceh merupakan daerah transito jemaah haji dari wilayah nusantara. Sehingga Masyarakatnya menamakannya serambi mekah.

Di aceh juga berdiri kerajaan-kerajaan islam  besar dan salah satu kerajaan yang terdapat di aceh merupakan kerajaan isalm pertama di nusantara yaitu Kesultanan Perlak. Ada tiga kerjaan besar islam di Daerah aceh di antaranya:

  1. Kerajaan Perlak (840 M- 12 92 M)
  2. Kerajaan Samudra Pasai (1270- 1524 M)
  3. Kerajaan Aceh (1514- 1902)

Kerajaan- kerajan yang ada di aceh berperan besar dalam perang melawan kolonialisme barat di indonesia. Diantaranya melawan portugis, belanda dan amerika. Dalam perjalanannya aceh merupakan daerah yang paling sulit dan terahir di taklukkan Belanda.  Hal ini tidak terlepas dari peranan agama islam yang di anut oleh masyarakat  aceh.

Kekuasaan kerajaan di aceh juga di akui oleh syarif mekah atas nama kaisar ottoman di turky.kerajaan – kerajaan ini sudah menjalin hubungan baik dengan kekaisaran otoman di turki. Ha ini bisa di lihat dari bantuan yang di berikan turki pada aceh pada saat perang melawan portugis di malaka 1513 M.

  1. latar belakang terjadi perang di Aceh

Aceh memiliki kedudukan yang strategis yaitu di perlintasan jalur perdagangan internasional di malaka . Sehingga dengan kedudukan strategisnya ini Aceh banyak di kunjungi oleh pedagang dari berbagai negara seperti arab, Persia,China , India dan negara lainnya di dunia. Hal ini juga di topang oleh hasil alam aceh yang berlimpah seperti lada ,emas,kapur barus dan rempah-rempah. Letak yang strategis dan kekayaan sumber daya alam menjadi daya tarik negara luar untuk menguasai aceh.

Keinginan negara lain untuk menguasai aceh mendapat pertentangan dari kerajaan aan islam dan masyarakat  yang ada di aceh. Perang di aceh berlangsung sangat lama dan terjadi dalam beberapa tahap. Diantaranya:

  1. Perang Aceh melawan Portugis

aceh versus portugis

Perang aceh melawan portugis terjadi di sebabkan oleh keinginan portugis menguasai aceh pada tahun 1523 m. Awal mula permusuhan aceh terhadap portugis terjadi pada saat portugis menguasai kerajaan malaka. Setelah mengalahkan kerajaan malaka portugis melakukan monopoli perdagangan di malaka. Sehingga para pedagang islam di nusantara mencari pasar arternatif yang bebas dari intervensi portugis. Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan waktu itu.

Berkembangnya perdagangan di aceh akibat banyak pedagang mengalihkan perdagangan mereka yang sebelum di malaka ke aceh. Hal ini membuat portugis tidak senang dan melancarkan serangan ke aceh. Serangan ini terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama di pinpin oleh  Hendrigues pada tahun 1523 Dan gelombang kedua di bawah pinpinan De Sauza pada tahun 1524 M. Namun kedua serangan ini mengalami kegagalan.

Kegagalan penyerangan pertama tidak menbuat portugis putus asa. Mereka Mulai melakukan gangguan terhadap kapal dagang aceh yang mereka jumpai, Terutama di laut merah. Sehingga menbuat Raja Aceh sultan Iskandar Muda  Marah. Beliau menyiapkan serangan ke Malaka. Sultan iskandar muda memita bantuan  dari Turky otoman dalam bentuk senjata meriam dan pajurit kavaleri. Namun serangan pertama aceh ke Malaka  pada tahun 1567 M Mengalami kegagalan. Pada tahun  1569 portugis balik menyerang aceh namun dapat di gagalkan oleh pasukan aceh.

Belajar dari kegagalan penyerangan pertama ke malaka Sultan iskandar muda melipat gandakan pasukan dan peralatan tempurnya. termasuk pembuatan kapal besa yang manpu menanpung 600-800 orang pasukan di tambah pasukan kavaleri,Gajah dan milisi infantri .  setelah persiapan selesai sultan iskandar muda melakukan penyerangan terhadap malaka pada tahun 1629 . Serangan kali ini menbuat portugis kewalahan dan bertahan mati-matian. Walaupun Demikian aceh gagal mengusir portugis dari Malaka. Ini Merupakan penyerangan terahir Aceh terhadap portugis di Malaka karena Pada tahun 1641 M portugis di kalahkan oleh VOC  dan kekuasaan Malaka di ambil alih oleh VOC Belanda.

Walaupun perang aceh berlangsung lama dan terjadi beberapa tahap namun kedua  negara sama- sama gagal Memenangkan peperangan.

  1. sejarah Perang aceh dengan Belanda fase pertama

perang aceh melawan belanda fase pertama

Berdasarkan “traktat london”  17 maret 1824.  Aceh merupakan sebuah negara merdeka. Taktat london merupakan perjanjian antara inggris dan belanda mengenai daerah jajahan.  Namun kekayaan alan dan letak geografi menbuat belanda sangat ingin menguasai Aceh. Meluasnya kekuasaan belanda di sumatra menjadi cikal bakal peperangan antara aceh dengan belanda. Satu persatu daerah vasal kerajaan aceh mulai di kuasai belanda. Baik penguasan melalui perjanjian dan melalui senjata. Diantaranya:

  • Pada tanggal 1 februari 1858 mengadakan perjanjian dengan kesultanan siak yang di sebut “traktat siak” dimana isinya Siak mengakui kedaulatan belanda di Sumatra Timur. Perjanjian ini juga meliputi daerah di bawah pengaru kesultanan siak yaitu deli. Asahan ,Kampar dan indragiri. Siak sejatinya merupakan daerah perlindungan dari kerajaan aceh
  • Tahun 1825 inggris menyerahkan sibolga dan Natal kepada Belanda. Daerah ini berbatasan langsung dengan aceh.
  • Dengan alasan mencari perompak Belanda menduduki barus dan singkil yang di angap sebagai upaya menghadang pembajakan di selat Malaka. Serta mengamankan Jalur perdagangan belanda
  • Di tanda tanganinya “traktat sumatra” pada 2 November 1871 M. Isiya menberi kebebasan kepada belanda menperluas kekuasaannya di Sumatra.

Peristiwa di atas tentu menbuat Kerajaan aceh tidak Senang dengan belanda. Karena sudah tindakan belanda tersebut sudah mengancam kedualatan Aceh.Sehingga memunculkan permusuhan antara Aceh terhadap Belanda. Untuk menghadapi belanda Aceh meminta bantuan persenjataan kepada turki dengan mengirim Habib abdurrahman pada tahun 1873 M. Namun upaya ini sudah di ketahui oleh belanda. Sehingga Belanda menberi ancaman kepada kerajaan aceh agar tunduk kepada pemerintah Hindia Belanda. Ancaman ini tidak di hiraukan oleh aceh. Karena ancaman belanda tidak di hiraukan Aceh. Belanda menyatakan perang terhadap Aceh pada tanggal 26 Maret 1873 M.Pernyataan perang ini di sampaikan oleh komisaris Nieuwenhuijzen.

Sultan mahmud Syah II mengobarkan jihad Melawan Belanda. Persiapan perangpun sudah di siapkan seperti:

  • pembangunan pos-pos Pertahanan di sepanjang perbatasan aceh.
  • pembangunan pos juga di lakukan di kota raja dan sekitar mesjid baiturrahman.
  • Meningkatkan jumlah pasukan dengan rincian 3000 pasukan di siagakan di pantai dan 5000 pasukan di kota raja
  • Memasukkan senjata dari luar aceh diantaranya 5000 peti mesiu dan 1394 peti senapan
  1. Jalannya pertempuran sejarah perang aceh melawan belanda
  • . Serangan pertama belanda di lakukan pada tanggal 5 apri 1873 M dibawah pinpinan Mayor Jendral JHR Kohler. Pertempuran dahsyat terjadi tanggal 14 April 1873 antara pasukan belanda dan pasukan aceh Di bawah pinpinan Teuku Imeum Lueng bata.peperangan terjadi di sekitar mesjid baiturrahman. Dalam peperangan ini banyak jatuh korban di kedua belah pihak. Pihak belanda mengalami kerugian besar termasuk terbuhnya mayor jendral J.H.R kohler oleh pasukan aceh. Akhirnya belanda menarik Mundur pasukannya ke daerah Pantai. Artinya serangan pertama Belanda mengalami Kegagalan.
  • Serangan kedua dilakukan belanda pada 9 desember 1873. Dalam serangan ini belanda melipat gandakan pasukannya di bawah pipinan J.Van Swieten. Pertempuran hebat terjadi di sekitar Istana dan mesjid baiturahman. Akhirnya karena serangan bertubi-tubi akhirnya para pasukan dan Ulam aceh menbakar Mesjid dan mengosongkan Istana. Sultan Mahmud syah meninggalkan istana dan melanjutkan perjuangan.pada tanggal 15 Januari 1874 Istana kerajaan aceh dapat diduduki belanda.

 

  1. sejarah Perang aceh melawan belanda fase kedua

 perang aceh melawan portugis

Setelah di kuasainya istana kesultanan aceh oleh belanda. Sultan meninggalkan istana menuju pagar aye. Namun tanggal 28 Januari 1874 Sultan meninggal Dunia.Meninggalnya sultan dan di kuasainya istana kerajaan menbuat belanda menyatakah bahwa aceh besar telah berada di bawah kekuasaan belanda. Namun para pejuang aceh tidak menghiraukan pengumuman belanda dan terus melakukan perlawan.

Sulta Mahmud Syah II di gantikan Oleh Anaknya mahmud daud syah. namun karena usianya masih belia maka  diankat pelaksana tugas yaitu tuanku Hasyim banta muda sebagai wali sampai tahun 1884 M.Semangat perlawanan dan perperangan meluas di berbagai daerah di aceh.  Hal ini juga di tambah pulangya Habib abdurrahman dari Turki pada tahun 1877 m. Habib abdurraham menggalang kekuatan bersama tengku Cik Di Tiro. Kemudian melakukan penyerangan-penyerangan terhadap posisi belanda. Namun bisa di hentikan oleh belanda bahkan habib abdurrahman menyerah terhadap Belanda. Sementara tengku Cik Di tiro mundur ke sigli dan melanjutkan perjuangan.

     peranan tuangku cik ditiro dalam sejarah perang aceh

Pada tahun 1884 sultan muhamad Daud Syah secara resmi di nobatkan sebagai Suktan dengan gelar Alau’dien Muhamad Daud Syah di Mesjid Indrapuri. Pada saat penobatan para tokoh pejuang diantaranya Tuangku Hasyim, panglima Polim ,Tengku cik di tiro mengikralkan “perang Sabil’ . Perang sabil yaitu perang suci melawan kaum kafir Belanda. Demi menbela agam,tanah air dan perang Melawan kezaliman. Setelah ikrar perang sabil dan penobatan istana kesultanan aceh di pindahkan ke Kumala daerah Pidie mengingat faktor keamanan.

Ikrar perang sabil mendapat dukungan luas masyarakat aceh. Tengku cik di tiro mengobarkan perlawanan di daerah sigli dan pidie sedangkan teuku umar beserta istrinya di bagian barat Aceh. Pertempuran berkobar di berbagai daerah diantaranya melaboh di mana banyak pos Belanda yang berhasil di kuasai para pejuang aceh di bawah komando teuku Umar.

Mengingat perlawan para pejuang aceh yang semakin meningkat dan menbuat belanda kewalahan. Belanda merubah strategi perang yaitu “kosentrasi stellsel’ . Namun strategi ini juga belum efektif. karena para pejuang aceh menerapkan perang gerilya. pasukan Teuku Umarjuga terus mengalami kemajuan. Pada tahun 1886 Teuku Umar berhasil menyerang dan menyita kapal Belanda Hok Canton di pantai Rigaih.  Tahun 1891 tengku Cik di tiro meninggal Dunia.

Sepeninggal Cik Di Tiro perjuangan terus di lanjutkan oleh anak beliau Tengku Ma Amin Di Tiro.Pada tahun 1893 Teuku Umar menyerah

kepada Belanda. Menyerahnya teuku Umar tentu menberi pukulan terhadap perjuangan Rakyat aceh. Bagi teuku Umar ini merupakan taktik untuk mengetahui teknik perang dan mendapatkan senjata dari belanda.Setelah teuku umar di angkat menjadi komandan memiliki pasukan 250 orang dan di percaya menbawa dana 800.000 Gulden. Pasukan teuku Umar berbalik melawan belanda. Peristiwa ini di kenal dengan nama Het verraad van Teukoe Oemar (Pengkhianatan Teuku Umar). Teuku Umar berhasilmenyerang pos-pos Belanda.Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi Belanda. Bahwa sulit untuk menghadapi perang sabil Masyarakat aceh.

      4.Peranan Snouck horgronye dalam perang aceh

 

Snouck horgronye
Gambar: Snouck horgronye

Belanda mengutus Snouck Horgronye untuk menpelajari seluk beluk masyarakat aceh. Untuk  mengetahui  seluk beluk masyarakat aceh ia menyamar di tengah kehidupan masyarakat aceh dengan nama Abdul gafar. Sebelum ia berbaur dengan masyarakat ia Sudah menpelajari Ajaran islam di mekah. Dengan keilmuan tentang islam dan al’quran membuat dia mudah diterima Masyarakat aceh. Setelah selesai melakukan penyelidikan ia berkesimpulan bahwa Aceh sulit untuk di kalahkan karena semangat jihad Ukhuwah islamiah.

Oleh Sebab itu ia merkemendasikan langkah-langkah untuk menaklukkan Aceh kepada belanda. Diantaranya:

  1. Memecah persatuan dan kekuatan masyarakat Aceh, karena masarakat aceh rasa persatuan antara Kaum bangsawan,ulama dan rakyat sangat Kuat.
  2. Menghadapi kaum ulama yang fanatik dalam memimpin perlawanan harus dengan kekuatan senjata.
  3. Bersikap lunak terhadap kaum bangsawan dan keluarganya, Serta menberi kesempatan mereka menjadi pegawai belanda

Rekomendasi ini di terima dengan baik oleh pemerintah kolonial. Maka di angkatlah gubenur militer Van Heutsz (1898-1904) menggantikan va vliet. Untuk meralisasikan usula snock horgronye Van Heutsz menbekali seluruh pasukan dengan persenjataan dan menggunakan pasukan anti Gerilya yang di kenal korp Marchusse . Pasukan ini merupakan pasukan belanda dari kaum pribumi (Bisa berbahasa aceh) dengan opsir orang belanda.

Belanda mulai melancarkan perang besar-besaran antara tahun 1889-1909 M. Masa ini di kenal 10 tahun berdarah. Serangan di tujukan ke pos pertahanan para peminpin perjuangan rakyat aceh. Serangan di lakukan dengan kekuatan penuh dan sasaran yang

tepat karena adanya intel belanda dari kaum Pribumi. Serangan besar- besaran belanda manpu memisah kekuatan pejuang aceh. Teuku Umar ke bagian barat aceh dan panglima Polim ke timur aceh.

Pertempuran besar terjadi di Benteng Teuku Umar di Melaboh pada bulan februari 1899. Benteng teuku umar dapat di kuasai belanda dan teuku umar gugur dalam pertempuran ini. Namu istrinya cuk nyak dien dan beberapa pasukannya berhasil melarikan diri kehutan dan melanjutkan perang Gerilya.  Sementara pasukan di bawah komando panglima Polim dan Sultan mengalami kekalahan di keumala di Mana istana Sultan dapat di kuasai belanda. Sultan dan panglima Polim Menyingkir ke kuta-kuta Namum di ketahui belanda dan mendapatkan serangan belanda. Sultan selamat dari serangan ini namun istrinya pocut murong ditangkap  dalam pertempuran ini.  Sultan menyikir ketanah gayo dan akhirnya terpaksa menyerah kepada Belanda pada tahun 1903 . Dengan demikian kerajaan aceh yang berdiri sejak1514 sudah berahir.

Sementara itu panglima polim dan tuangku Kumala terus melanjutkan perjuangan. Belanda berhasil menawan istri,ibu dan anaknya. Akhirnya karena serangan yang bertubi-tubi di tambah keluarganya di tawan oleh belanda. Panglima Polim menyerah 6 September 1903. Di pihak lain cut nyak dien berhasil ditangkap belanda pada tahun1906 M. Penagkapa di lakukan setelah pos pertahannya berhasil di kepung oleh belanda. Dia buang ke sumedang Jawa Barat Dan Meninggal dunia pada tanggal  8 november 1908.

sejarah perang aceh setelah kematian cut nyak din

Setelah kematian cut nyak dien perjuangan masyarakat aceh terus berlanjut. dalam sejarah perang aceh anyak ulama dan tokoh masyarakat aceh yang meneruskan perjuangan pendahulunya namun dalam sakla yang lebih kecil. Diantara:

  • tengku Mahyidien Tiro
  • tengku ma’at tiro
  • tengku cot piliang
  • Teuku BenPirak (ayah Cut Nyak Mutia)
  • Teuku Cik Tinong (suami Cut Nyak Mutia).
  • Cut Nyak Mutia melanjutkan perang
  • Pang Nanggru (Suami kedua cut nyak Mutia).
  • Cut nyak mutia
  • Pada tanggal 26
  • Teungku Di Barat bersama istrinya Cut Po Fatimah

 

Semua perlawanan tersebut dapat di patahkan belanda dan mereka semuanya di bunuh oleh belanda. Walaupun demikian perlawanan rakyat aceh terhadap belanda teka pernah padam sampai tahun 1942. Karena tahun 1942 belanda sudah menyerah kalah kepada pasukan Jepang.

Demikianlah artikel singkat saya tentang sejarah perang aceh. Semoga bermanfaat>>>

 

 

https://i2.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/04/sejarah-perang-aceh.jpg?fit=245%2C198https://i2.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/04/sejarah-perang-aceh.jpg?resize=150%2C150almuksiINDONESIAISLAMperang aceh,perang aceh melawan belanda.sejarah perang,perang aceh melawan portugisSejarah perang Aceh sejarah perang aceh merupakan cerita tentang kisah kepahlawan yang amat besar. Aceh merupakan salah satu daerah awal memeluk islam di indonesia. Islam sudah masuk ke aceh sekitar abad ke 7 masehi.Hal ini menjadikan aceh sebagai pusat kebudayaan islam di masa lalu. Hal ini juga kita lihat dari...situs sejarah terlengkap di indonesia