trilogi van daventer
foto van deventer

Trilogi van daventer

Bila kita berbicara tentang trilogi van deventer maka mengingatkan kepada orang belanda yang menbela pribumi indonesia melalui tulisan ,ide dan perjungannya dalam merperjuangkan hak dasar pribumi. Baiklah  Trilogi bisa di artikan tiga dasar ideologi, atau azas dasar.sebelum kita masuk ke trilogi vandeventer  kita lihat dulu hal hal berikut ini:

Biorafi van deventer

Van Deventer adalah putra Christiaan Julius van Deventer dan Anne Marie Busken Huet. Pamannya adalah penulis Conrad Busken Huet. Dia menikah Elisabeth Maria Louise Maas; mereka tidak memiliki anak. Van Deventer menghadiri H.B.S. di Deventer dan belajar hukum di Universitas Leiden. Dia mencapai gelar doktor di September 1879 pada tesis. “Zijn naar de grondwet onze Kolonien delen van het Rijk” ( “yang, menurut konstitusi, koloni kami bagian dari kerajaan Belanda”) Pada tanggal 20 Agustus tahun 1880, ia  dan istrinya Van Deventer berankat ke jakarta  atau batavia waktu itu. Kemudian dia di angkat menjadi dewan hakim di ambon (maluku sekarang) . kemudian tahun 1885 ia berhenti menjadi hakim dan memutuskan kembali ke belanda dan menjadi pengacar dan aktif menulis di majalah dan koran yang tulisannya menginpirasi banyak orang.

Pada tahun 1899 dia menjadi seorang anggota parlemen atau dpr kalo di indonesia. Van Deventer menulis artikel yang sangat berpengaruh, yang disebut “Een Ereschuld (hutang kehormatan) yang seakan menyinggung upacara pemhormatan ratu belanda yang sangat mewah. Kemudian artikelnyan ini banya di bicarakan anggota parlemen lainnya. Sejak saat itu ia dia sangat terkenal di belanda dengan tulisannya yang tajam  namun Ia meninggal pada usia 57 pada 27 September 1915dan tubuhnya dikremasi di Westerveld (Driehuis).

Trilogi van daventer

Tidak dapat di pungkiri bahwa penjajahan belanda di indonesia telah menyebabkan kesengsaraan ,kelaparan dan penderitaan yang tak berujung. Ada  banyak peristiwa yang menggambarkan kekejaman belanda. Seperti di Cirebon pada tahun 1843 banyak penduduk yang melarikan diri  dengan harapan bisa menghindari kekejaman belanda, kelaparan yang sangat memprihatinkan, di daerah Demak dan Grobogan mengakibatkan kematian secara besar-besaran. Hal  bertolak belakang dengan masarakat dan negara belanda yang makmur di atas  penderitaan rakyat daerah jajahannya. Sistem tanam paksa,sistem pajak tanah dan lain-lain telah menyengsarakan masarakat indonesia di lain pihak mendatangkan kemakmuran di negeri belanda.

Namun pada tahun 1850 M masarakat indonesia mulai mendapatkan angin segar. Karena penderitaan daerah indonesia mulai di ketahui oleh masarakat belanda. Melalui tulisan- tulisan kaum humaniter: Fransen Van De Futte, Walter Baron Van Hoevel,  tokoh yang dianggap paling berhasil merubah opini rakyat Belanda  tentang penderitaan rakyat indonesia yaitu sebuah karya tulisan “Douwes Dekker” dengan nama alias “Multatuli”. Yang menbuat  sebuah karya buku yang berjudul “Max Havelaar”. Kemudian muncul tulisan  “trilogi Van Daventer” yang berjudul “Een Eereschuld” (Hutang Kehormatan) dalam majalah “de Gids” tahun 1899. Yang mengecam belanda tidak menperhatikan rakyat jajahannya dan hannya menguras sumber daya alam dan sumber daya manusianya saja.tetapi tidak menperhatikan pendidika,hak azasi manusia,kesejahteraan rakyat dan lain-lain. Perjuangan van deventer mendapatkan dari anggota parlemen yang yang bealiran libera.

Atas inisiatif dan kritikan van deventer secara langsung dan tidak langsung yang di kenal Trilogi Van daventer  , Akhirnya ratu belanda tahun 1990 mengeluarkan kebijakan politik yang kita kenal dengan politik “ETIS” .Balas jasa dari pemeritahan belanda terhadap penderitaan rakyat indonesia di lakukan melalui  program  politik etis. berikut diantara programnya :

  1. Irigasi (pengairan)
  2. Edukasi (pendidikan)
  3. Transmigrasi (pemerataan penduduk)

Melalui kebijakan inilah taraf hidup rakyat indonesia mulai menbaik dan lahirlah generasi yang mengenyam pendidikan barat. Dan akhirnya mejadi tokoh pergerakan nasional idonesia dan tokoh kemerdekaan indonesia seperti Ir. Sukarno, M.hatta, sultan syahril dan lain-lain.

Demikianlan artikel pendek saya tentang trilogi Van daventer.semoga bermanfaat baca juga penjajahan belanda di indonesia

 

https://i1.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/02/trilogi-van-Deventer.jpg?fit=200%2C247https://i1.wp.com/www.sejarah-indonesia.com/wp-content/uploads/2017/02/trilogi-van-Deventer.jpg?resize=150%2C150almuksiINDONESIASEBELUM KEMERDEKAANbelanda di indonesia,Jasa van deventer,penjajahan belanda,Trilogi pembangunan belanda di indonesia,trilogi van deventer,van deventerTrilogi van daventer Bila kita berbicara tentang trilogi van deventer maka mengingatkan kepada orang belanda yang menbela pribumi indonesia melalui tulisan ,ide dan perjungannya dalam merperjuangkan hak dasar pribumi. Baiklah  Trilogi bisa di artikan tiga dasar ideologi, atau azas dasar.sebelum kita masuk ke trilogi vandeventer  kita lihat dulu hal hal...situs sejarah terlengkap di indonesia